Pages

Kamis, 02 Agustus 2012

Hidup seperti Pelangi

Bila diibaratkan....
Saya itu ingin sekali hidup seperti pelangi...mau tau kenapa ???



Karena,bagiku pelangi itu sangat indah,penuh dengan wanra...
Pelangi itu hadir ketika hujan telah menyelesaikan tugasnya untuk menyejukkan bumi.

saya ingin seperti itu,hadir dalam kehidupan orang-orang yang sedang berada dalam fase pembelajaran dalam hidupnya,dimana saat-saat mereka membutuhkan pencerahan,motivasi,kesabaran dan bantuan untuk menyelesaikan tahap itu.Walau hanya sedikit membantu tp saya ingin menebar warna-warni keceriaan dalam hidup bagi mereka yang berada disekeliling saya,dimanapun saya berada.

Belajar dari pelangi,ketika dia menampakkan diri diatas langit yang berubah menjadi terang,semua orang yang melihatnya pasti akan bahagia menyaksikan keindahan warna yang ditorehkan dilangit.

Alangkah bahagianya kita bila keberadaan kita dibahagiakan,diinginkan,dan diharapkan orang lain,itu tandanya bahwa,mereka senang ketika mereka berada didekat kita...

Maka dari itu,saya terus belajar untuk menjadi pelangi yang nyata dalam hidup saya sendiri dan hidup orang-orang disekitar saya...

Mohon bimbinganMu,Tuhan,,,bimbing saya menjadi manusia yang keberadaannya ibarat pelangi ditengah awan yang gelap..bantu saya membahagiakan orang-orang yang berada dekat dengan saya...saya sayang mereka,saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi mereka,suka maupun duka mereka...menjadi hamba yang mengemban amanahMu menjadi manusia bermanfaat diduniamu yang indah ini...




Rabu, 01 Agustus 2012

Insting Seorang Ibu...

Marah,sedih,sempat tidak dapat menerima kenyataan..yaah rasa itu berkecamuk dalam hati ketika sesuatu yang diharapkan,dicita-citakan,dan telah disusun rapi dalam angan-angan,hati serta pikiran tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

Perasaan itu sempat mengisi hati ini pada saat keinginanku melanjutkan sekolah ke universitas negeri yang terkenal diluar kota itu ditentang oleh ibu.Padahal itu cita-citaku selama ini..

"Tapi kan aku mau sekolah disana juga sudah melalui pertimbangan,aku tidak mau jika ibu memikirkan biaya sekolahku bila jika kulanjutkan sekolah di sekolah tinggi swasta.Sekolah negeri dan swasta itu kan tentu biayanya sangat berbeda.Keputusan ini kuambil karena memikirkan kebaikan ibu juga"Pikirku dalam hati..

Aku sangat mengerti saat itu,ibuku sangat tidak mau melepasku karena aku itu anak bungsu yang selama ini menemaninya dirumah,setelah meninggalnya ayahku..Aku tahu dia sangat menyayangiku,tp bukankah dengan cara seperti itu hanya membuat harapan-harapanku musnah begitu saja ?? hancur hati ini ketika mendengar kedua kakakku memberikan keputusan yang sama dengan ibuku.."Kau melanjutkan sekolah disini saja,dik..kasihan ibu jika kau tinggalkan sendirian dirumah,bgmn kalau ibu sakit ? siapa yang akan merawatnya ?" kata kakak pertamaku.
kedua kakakku,sudah bekerja dan tinggal didaerah yang berbeda.jadi satu-satunya harapan ibu menemaninya yah aku saja,kebetulan sisa aku yang masih sekolah.

"tidak usah memikirkan biaya,nak Allah itu selalu ada jika hambanya membutuhkan,biaya tidak jadi masalah.insyaAllah Allah selalu menyediakan rejeki untuk kita" ibu tersenyum

Ibuku itu seorang pegawai negeri sipil.Dengan gajinya itulah dia membesarkan kami (aku dan kedua kakakku) selama ayah dipanggil sang maha pencipta 3 tahun lalu.

"kalau yang kau pikirkan masalah biaya,kami kakak-kakak mu akan membantu ibu membiayai sekolahmu"sahut kakak keduaku.

bukan hanya karena biaya yang kupikirkan,tapi memang cita-citaku sangat ingin bersekolah diuniversitas itu,aku ingin seperti kedua kakakku yang hidup mandiri dengan membanggakan orangtuaku bersekolah di universitas ternama diluar kota itu,tapi semuanya buyar,hancur sudah impianku itu.

Beberapa hari berlalu,kata-kata ibu selalu terngiang di telinga dan pikiranku,"jika kutinggalkan ibu sendiri,bagaimana jika dia sakit ? butuh bantuan oranglain ? kasihan sekali dia jika hidup sendiri tanpaku disampingnya,pasti aku juga tidak berkonsentrasi kuliah jika yang kupikirkan hanya ibu" gumamku dalam hati

Aku duduk termenung diruang tamu,kupandang wajah ibu yang sedang membaca didepanku,tatapanku dalam,ibu itu sisa satu-satunya harta yang berharga yang kupunya saat ini,jika ingin berbakti kepada orangtua,satu-satunya orngtuaku sisa ibu.Tiba-tiba hatiku sedih menatap wajahnya yang tenang,mungkin inilah jalan yang diberikan Allah kepadaku sebagai bentuk baktiku kepada ibu,menemani dan merawatnya.

kudekati dia,kucium tangannya yang lembut itu,kupeluk tubuh hangatnya,dengan tetesan air mata yang jatuh,bentuk penyesalanku karena sempat mengabaikan keberadaannya. "maaf bu,maaf karena sempat membuatmu kecewa dengan keputusanku untuk bersekolah ketempat yang jauh dan ingin meninggalkanmu sebatangkara disini,maaf karena telah membuatmu sedih dengan sikap dinginku kepadamu beberapa hari ini....aku yakin,bu keputusanmu menyekolahkanku disini selain untuk menemanimu juga karena kau ingin memberikanku kesempatan mengabdikan hidupku untuk berbakti kepadamu meski itu tidak mampu membalas segala pengorbananmu selama ini untukku,terima kasih,bu karena telah memberiku kesempatan itu,terima kasih,bu..terima kasih" kataku sambil memeluknya

Kulihat raut wajahnya,dibalik tangisannya itu,terlihat senyum indah itu untukku,bentuk rasa syukur pada Allah karena Allah telah membukakan hati dan pikiranku yang sejalan dengan keinginannya...

Pada akhirnya kuputuskan untuk melanjutkan sekolah dikotaku dan menuruti keinginan beliau.Betapa bahagianya ibu setelah mendengar keputusanku itu,akupun turut bahagia melihat senyum ibu yang lepas itu,terlihat rasa ketenangan diwajahnya..

Tuhan...kau yang tau mana yang terbaik untukku
kau yang mengerti apa sesungguhnya kebutuhanku
kau yang menghendaki segala yang terjadi diduniaMu ini

Aku hanyalah hamba yang tidak mempunyai daya apa-apa tanpa campur tanganMu

Terima kasih telah memberikan pengalaman berharga ini
Terima kasih karena telah membuka hati dan pikiranku untuk memutuskan kabaikan
Terima kasih karena telah memberikan kesempatan kepadaku untuk berbakti kepada ibuku
Terima kasih telah menciptakan manusia lembut nan tegas seperti ibuku....

Bantu aku tuhan untuk membahagiakan ibuku,ayahku,kakakku dan keluargaku
Terus bisikkan nasihat kebaikan dalam hidupku untuk membahagiakan mereka yang kusayangi

Sampai saat ini keputusanku untuk bersekolah disini tidak pernah mendapat kendala,Alhamdulillah,bahkan akupun bahagia menjalani hari-hariku bersama ibu hebatku ini :)

Smoga allah senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan kepadamu,bu

dan terima kasih atas segala do'a-do'a indahMu untukku...

 
template by suckmylolly.com