Pages

Kamis, 12 Juni 2014

Finally I Get it (S.E)

Alhamdulillah....Alhamdulillahirabbil'alamin......
Wuhuw....*Mewek*

Aduh Speechles....mau ngomong dari mana dulu yak. Saking senangnya.
Ya Allah terima kasih atas semua kemudahan di hari ini. Idih berasa melayang kaki saya hahaha....
benneran sarjana nih ? *TepukTepukPipi* ternyata bukan mimpi. Alhamdulillah....

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, selama 4 tahun pas, akhirnya saya dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelas sarjana Ekonomi. Ecciyeee yang sudah sarjana hahaha.....

Hari ini adalah hari bersejarah dalam hidup saya, dan otomatis tidak akan pernah terhapus dari memori ingatan saya. Kayaknya semua orang yang sudah mendapat gelar, rasanya akan sama. sungguh luar biasa. Luar biasa karena sudah mampu merobohkan dinding ketakutan akan sidang akhir.

Yah....tidak dipungkiri bahwa saya juga sempat stress dan pesimis disaat lagi pusing-pusingnya mengerjakan skripsi. Sebuah tugas akhir yang menjadi momok setiap mahasiswa tingkat akhir.

Gilaaa...galaunya minta ampun. Tapi, saya percaya dengan Firman Allah, bahwa "sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan" dan itu yang menjadi dasar saya untuk tetap bertahan dalam proses akhir ini.

Setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya, semua terjadi atas kehendak Allah. Beberapa hikmah yang dapat saya petik dalam proses perjalanan hidup saya ini :

1. Tidak dikatakan orang beriman bila tidak ditimpakan ujian untuknya. Yah, untuk mendapatkan gelar sarjana, memang harus melewati berbagai macam ujian. Mulai dari ujian semester untuk naik tiap semester. Masa iyyah kita bisa sarjana kalau tidak pernah ikut ujian untuk naik semester. Ujian itu berguna untuk melihat kemampuan kita selama 1 semester itu. Begitupun dengan ujian hidup. Ujian yang diberikan kepada masing-masing manusia dengan level yang berbeda gunanya untuk mengukur seberapa besar keimanan dan ketakwaan kita terhadap takdir yang ditetapkan Allah atas hidup kita. Jadi setiap perjuangan yang dilakukan itu tidak luput dari yang namanya ujian. Saya yakin, ujian yang saya hadapi ini, tidak lain untuk membuat saya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dan memiliki ilmu yang bisa bermanfaat untuk saya pribadi maupun oranglain.

2. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Yup....selama proses pengerjaan skripsi, saya dituntut untuk sabar menghadapi segala kejadian yang tidak mengenakkan hati. Mulai dari kekecewaan akan skripsi yang dicoret-coret, kelelahan menunggu pembimbing yang akhirnya tidak datang, dan rasa sakit hati ketika dibentak pembimbing ketika isi skripsi tidak sesuai dengan keinginannya. Alamaaaak....Stressnya tingkat dewa. Tapi, yah....mau tidak mau, kejadian tersebut harus dilewati dengan sabar. Bahkan sering saya menangis ketika sholat. Menangis karena merasa kesulitan dalam menghadapi semua yang terjadi, tapi setelah nangis di atas sejadah, hati saya plong lagi dan semangat kembali terisi full. itu sumber kekuatan saya.

3. Tidak ada kerja keras yang sia-sia. Kita tidak mendapatkan sesuatu jika tidak berusaha. di dunia ini tidak ada yang instan. kalaupun ada yang instans pasti hasilnya tidak akan maksimal. Berusaha melawan kemalasan saat pengerjaan skripsi adalah tindakan yang sangat sulit. Berjuta alasan dan alibi yang bergelantungan di otak, yah alhasil skripsi kesayangan harus terabaikan dan tersimpan rapi di laptop. Kalau itu terus-terus terjadi, saya tidak akan mendapat gelar sarjana, tapi akan mendapat gelar MAPALA (mahasiswa paling lama). Pencapaian saya hingga detik ini, berawal dari usaha melawan semua alasan-alasan yang dapat membuat saya jadi malas menatap laptop lama-lama. Tapi, untungnya saya mampu melewati rintangan demi rintangan itu.

4. Do'a adalah senjata orang mukmin. Sebagai seorang muslim, kita tidak pernah luput dari yang namanya berdo'a. Ada yang bilang "kalau usaha tanpa do'a itu namanya sombong, tapi kalau berdo'a tanpa usaha itu namanya malas". Selama berjuang dalam penyelesaian skripsi, selain usaha, saya tidak henti-hentinya berdo'a agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Dan hasilnya Alhamdulillah...saat ujian saya mendapat penguji yang baik-baik. bahkan dari krtiga penguji, dua diantaranya adalah pembimbing 1 dan pembimbing 2 saya. bayangkan, saya adalah satu-satunya peserta yang mendapat pembimbing sebagai penguji. hasilnya saya tidak pernah merasa kesulitan di dalam ruangan pas ujian berlangsung. Suatu kesyukuran yang sangat luar biasa. saya sangat yakin, bahwa semua itu atas kehendak Allah, yang memberikan kemudahan untuk saya.

setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang berbeda, tapi semoga apa yang kita jalani hingga saat ini dapat memberikan hikmah dikemudian hari. Tidak ada yang sia-sia selama kita berusaha......

Beribu ucapan terima kasih tidak akan bisa membalas semua anugerah yang telah Allah berikan kepada saya. Ibu, terima kasih untuk segala perhatian dan do'a indah yang dilantunkan untuk saya. Kedua kakak tercinta, Abang iyar dan Mbak Lisha terima kasih untuk semua kasih sayangnya dan semangat yang terus diberikan hingga detik ini.
Tunggu hari dimana saya tampil dengan mengenakan kostum kebanggan para sarjana :')

*SalamSemangat*
Nurul_Khu

Selasa, 15 April 2014

BERSYUKUR ADALAH KUNCI KEBAHAGIAAN

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered!


BAHAGIA

Guys, Apa yang ada di benak kalian setelah mendengar kata “Bahagia” ? Mungkin kalian punya versi masing-masing tentang arti Bahagia.

Kalian pernah dengar nama Gobind Vashdev ? Yah, lelaki yang menyebut dirinya sebagai heartworker (seorang pekerja hati). Saya menemukan arti kebahagiaan setelah membaca bukunya yang berjudul “Happiness Inside”. Sedikit kuceritakan, Gobind Vashdev adalah seorang WNI keturunan India yang menghabiskan masa kecilnya di Surabaya, kemudian menetap di Bali. Kemunculannya yang pertama kali di layar TV yaitu pada saat dia mengikuti reality show Penghuni Terakhir 2 di ANTV sebagai seorang pesulap dan volunteer.
Gobind tidak lulus S1, tetapi sejak kecil ia memiliki ketertarikan yang besar pada pelajaran yang bersifat informal. Buatnya, setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, dan setiap jam adalah waktu belajar. Menjadi vegetarian lebih dari 20 tahun sama sekali tidak menghambat langkahnya dalam berkiprah di dunia yang di cintainya ini. Gobind menemukan kebahagiaan dalam berbagi dan memberikan apa yang ia miliki kepada orang lain.
Itu sedikit profil tentang Gobind Vashdev yang saya baca di akhir lembar bukunya.

Saya banyak belajar memaknai hidup dan menemukan arti kebahagiaan di dalam buku Gobind.

“Aku belajar diam dari yang cerewet, toleransi dari yang tidak toleran dan kebaikan dari yang jahat. Namun anehnya, aku tidak pernah merasa berterima kasih kepada guru-guruku itu”
Itu salah satu petikan kalimat yang ada dalam buku Gobind. Betapa kita tidak pernah menyadari bahwa setiap hari dan setiap waktu, di manapun dan kapanpun selama kita masih bernapas,  kita selalu belajar. Konotasi belajar bukan hanya di sekolah, seperti prinsip Gobind
“setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah dan setiap jam adalah waktu belajar”

Yah…Belajar itu cakupannya luas, guys…Kita bisa belajar, belajar menjadi seseorang yang pendiam ketika kita bertemu dengan orang yang cerewet. Bahkan kita dapat belajar menjadi orang baik ketika kita berhadapan dengan orang jahat.

Bahagia itu pilihan menurut Gobind, pilihan untuk membuat diri kita nyaman dan mensyukuri segala apa yang kita miliki, karena belum tentu orang lain bisa menikmati apa yang kita miliki saat ini.

Ngomong-ngomong tentang Gobind. Gobind itu sekarang menetap di Bali. Kalian pernah ke Bali ?? Apa ?? Belum ?? Astaga…saya juga belum pernah ke sana, guys hehehe but no problem, suatu saat kalau diberi kesempatan, kita bisa merasakan keindahan pulau yang kaya akan budayanya itu.
Di jaman yang modern ini, semua bisa kita jelajahi dengan menggunakan kecanggihan internet. Kita bisa melancong ke mana saja dengan internet. Kalau saya ditanya mau liburan kemana, jelas saya tertarik berlibur ke Bali. Why ? karena Bali adalah salah satu pulau kekayaan Indonesia. Saya sih punya prinsip, sebelum bisa liburan ke luar negeri, sebagai warga Negara Indonesia, sayang sekali rasanya bila belum menikmati keindahan negeri sendiri.

Waalaupun belum pernah ke Bali, tapi saya bisa merasakan keindahan pulau Bali lewat Laptop. Bali memiliki berbagai macam keindahan. Mungkin ini alasan kenapa Gobind betah menetap di Bali. Tentu saja karena pulaunya luar biasa keren, jelas semua orang yang berkunjung ke sana dapat merasakan kebahagiaan, bukan Cuma Gobind saja, tapi semua orang bisa merasakan itu.
Untuk lebih jelasnya, di Bali itu ada sebuah pantai yang indah sekali namanya pantai Nusa dua.

Pantai Nusa dua Bali (Facebook The bay Bali)

Keren nggak, guys…widih…Amazing. Pasirnya putih bersih dan membuat orang yang melihatnya seperti jingkrak-jingkrak pengen terbang ke sana hahaha….
Nah, di dekat Pantai Nusa dua terdapat sebuah Square Complex yang terdiri dari restoran-restoran elit yang terkenal bernama “The Bay Bali”.
You should look this, guys 

Pulau Bali (Facebook The Bay Bali)


Wuhuw…..it’s The wonderful island. Sungguh luar biasa keindahan alam negeri kita, guys. Tidak kalah indah dengan pemandangan luar negeri.
Itulah kenapa Gobind sangat peduli dengan alam. Karena baginya alam adalah guru yang sudah terlalu baik pada kita sehingga patut kita hormati dan pelihara.

Bahagia itu sederhana kan, guys. Kita cukup mensyukuri apa yang kita miliki, termasuk mensyukuri keindahan alam yang Tuhan berikan di negeri kita Indonesia.

“Bersyukur ibarat kunci untuk membuka pintu kebahagiaan” (Gobind Vashdev)

Minggu, 13 April 2014

Al-Qur'an dan Selat Gibraltar

"Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu, diantara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan" (Ar-Rahman 19-21)

Allahu Akbar !! Guys....kemarin sehabis magrib, saya melanjutkan tilawah saya, akhir-akhir ini mungkin sekitar 1 bulan terakhir, saya sudah mulai mengikuti program ODOJ (one day one juz). Alhamdulillah bacaan saya sudah berada di surah Ar-Rahman. Nah, saya mau share tentang beberapa ayat dalam surah tersebut. Setelah saya membaca arti dari surah yang saya baca, saya tercengang pada surah Ar-Rahman ayat 19-21. Di situ tertulis jelas bahwa Allah membiarkan 2 laut mengalir dan kedua laut tersebut bertemu, dan di dua laut itu ada batas yang tidak dilampaui antara dua laut masing-masing, MasyaAllah it's Amazing,guys...seketika ingatan saya terbawa ke beberapa waktu yang lalu, saat itu saya mengikuti training ESQ, dan di sana kami di putarkan video tentang kunjungan pak Ary Ginanjar ke Selat Gibraltar. Dalam video itu pak Ary berada tepat di dekat perbatasan antara kedua air yang terlihat berbeda warna. Yang satu berwarna biru muda dan satunya berwarna biru tua.

Saya tiba-tiba merinding saat kedua mata saya melihat keajaiban yang Allah ciptakan itu. Allah menunjukkan kebesarannya lewat berbagai macam hal yang diciptakanNya dan salah satunya adalah Selat Gibraltar. Allahu Akbar..Allahu Akbar...Allahu Akbar

Nggak percaya apa yang saya katakan ? ok fix, saya akan menunjukkan buktinya, look this,guys


Sudah percaya ?? apa ?? belum juga ?? hmm...okeh..okeh tadi saya sempat browsing dan ketemu video yang pas untuk membuat kalian percaya. Silahkan klik link ini : http://www.youtube.com/watch?v=rT9Y5vTAqjo dijamin kalian merinding disco deh pas liat videonya.

Nah, Letak Selat Gibraltar berada di benua Eropa. Selat Gibraltar (bahasa Arab: جبل طارق, bahasa Spanyol: Estrecho de Gibraltar) adalah selat yang memisahkan Samudra Atlantik dengan Laut Tengah. Pada sisi utara adalah Spanyol dan Gibraltar, pada sisi selatan adalah Maroko dan Ceuta (sebuah eksklave Spanyol di Afrika Utara). Ada beberapa pulau kecil dalam selat ini yang diperebutkan, seperti Pulau Perejil, yang diklaim oleh Spanyol dan Maroko.

Subhanallah....Maha Benar Allah atas segala firmanNya.

Mungkin sekian dulu tulisan saya ini, semoga bisa bermanfaat
Sekian dan Terima kasih :)
 

Sabtu, 12 April 2014

Belajar



"Hidup adalah belajar"

Kalian sependapat dengan kalimat saya di atas ?? kalau iya kita "TOS" hehehe kalau nggak, yah segala sesuatu pasti ada pro dan ada yang kontra, no problem.

Kali ini saya ingin menunjukkan sesuatu. Sesuatu link yang memuat tulisan pendek saya.
Akhir tahun 2013, saya pernah mengikuti sebuah lomba menulis yang di adakan oleh http://www.liputan6.com/
Singkat cerita,saya mengirimkan tulisan saya sesuai dengan tema saat itu "Resolusi 2014". Dengan penuh percaya diri, saya kirim dan akhirnya tulisan saya dimuat di web Liputan6. hahaha....bangga sih, karena itu pertama kalinya tulisan saya di muat di media lain selain blog saya sendiri hahaha.

Hari pengumuman telah tiba. Ku buka link yang memuat pemenang lomba saat itu, pas dicari-cari akhirnya amazing  namaku tidak ada, guys hahaha.....kecewa,hmm...dikit sih tapi nggak papa. Kejadian ini membuat saya lebih paham artinya menerima. Menerima segala ketentuan yang sudah Allah tentukan. Toh itu bukan rejeki saya. mungkin rejeki saya ada diluar sana yang jauh lebih baik dari yang saya harapkan.

seperti hadist
"Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang rezekinya akan tertukar karena Allah sudah mengatur rezeki masing-masing makhluk-Nya" (H.R Abu Dawud)
Saya meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi, sudah di tentukan oleh Allah. Itu salah satu dasar saya untuk menerima segala yang terjadi dalam hidup saya.

Okeh..okeh...mengenai tulisan saya yang di muat oleh Liputan6 bisa di buka di link ini http://news.liputan6.com/read/784026/resolusi-2014-belajar-di-kampung-inggris Di sana saya menceritakan apa resolusi saya di tahun 2014.

walaupun tulisan saya tidak bisa menjadi pemenang, tapi biarlah itu menjadi bukti bagi saya bahwa tulisan saya pernah dibaca banyak orang lewat Liputan6 hehehe....Semoga tulisan saya itu bisa menjadi do'a untuk masa depan saya di kemudian hari. Selama Allah masih memberi saya umur, saya ingin selalu belajar. InsyaAllah....


Semoga Manfaat hehehe
 Terima Kasih dan Wassalam....

 
template by suckmylolly.com