Alhamdulillah....Alhamdulillahirabbil'alamin......
Wuhuw....*Mewek*
Aduh Speechles....mau ngomong dari mana dulu yak. Saking senangnya.
Ya Allah terima kasih atas semua kemudahan di hari ini. Idih berasa melayang kaki saya hahaha....
benneran sarjana nih ? *TepukTepukPipi* ternyata bukan mimpi. Alhamdulillah....
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, selama 4 tahun pas, akhirnya saya dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelas sarjana Ekonomi. Ecciyeee yang sudah sarjana hahaha.....
Hari ini adalah hari bersejarah dalam hidup saya, dan otomatis tidak akan pernah terhapus dari memori ingatan saya. Kayaknya semua orang yang sudah mendapat gelar, rasanya akan sama. sungguh luar biasa. Luar biasa karena sudah mampu merobohkan dinding ketakutan akan sidang akhir.
Yah....tidak dipungkiri bahwa saya juga sempat stress dan pesimis disaat lagi pusing-pusingnya mengerjakan skripsi. Sebuah tugas akhir yang menjadi momok setiap mahasiswa tingkat akhir.
Gilaaa...galaunya minta ampun. Tapi, saya percaya dengan Firman Allah, bahwa "sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan" dan itu yang menjadi dasar saya untuk tetap bertahan dalam proses akhir ini.
Setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya, semua terjadi atas kehendak Allah. Beberapa hikmah yang dapat saya petik dalam proses perjalanan hidup saya ini :
1. Tidak dikatakan orang beriman bila tidak ditimpakan ujian untuknya. Yah, untuk mendapatkan gelar sarjana, memang harus melewati berbagai macam ujian. Mulai dari ujian semester untuk naik tiap semester. Masa iyyah kita bisa sarjana kalau tidak pernah ikut ujian untuk naik semester. Ujian itu berguna untuk melihat kemampuan kita selama 1 semester itu. Begitupun dengan ujian hidup. Ujian yang diberikan kepada masing-masing manusia dengan level yang berbeda gunanya untuk mengukur seberapa besar keimanan dan ketakwaan kita terhadap takdir yang ditetapkan Allah atas hidup kita. Jadi setiap perjuangan yang dilakukan itu tidak luput dari yang namanya ujian. Saya yakin, ujian yang saya hadapi ini, tidak lain untuk membuat saya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dan memiliki ilmu yang bisa bermanfaat untuk saya pribadi maupun oranglain.
2. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Yup....selama proses pengerjaan skripsi, saya dituntut untuk sabar menghadapi segala kejadian yang tidak mengenakkan hati. Mulai dari kekecewaan akan skripsi yang dicoret-coret, kelelahan menunggu pembimbing yang akhirnya tidak datang, dan rasa sakit hati ketika dibentak pembimbing ketika isi skripsi tidak sesuai dengan keinginannya. Alamaaaak....Stressnya tingkat dewa. Tapi, yah....mau tidak mau, kejadian tersebut harus dilewati dengan sabar. Bahkan sering saya menangis ketika sholat. Menangis karena merasa kesulitan dalam menghadapi semua yang terjadi, tapi setelah nangis di atas sejadah, hati saya plong lagi dan semangat kembali terisi full. itu sumber kekuatan saya.
3. Tidak ada kerja keras yang sia-sia. Kita tidak mendapatkan sesuatu jika tidak berusaha. di dunia ini tidak ada yang instan. kalaupun ada yang instans pasti hasilnya tidak akan maksimal. Berusaha melawan kemalasan saat pengerjaan skripsi adalah tindakan yang sangat sulit. Berjuta alasan dan alibi yang bergelantungan di otak, yah alhasil skripsi kesayangan harus terabaikan dan tersimpan rapi di laptop. Kalau itu terus-terus terjadi, saya tidak akan mendapat gelar sarjana, tapi akan mendapat gelar MAPALA (mahasiswa paling lama). Pencapaian saya hingga detik ini, berawal dari usaha melawan semua alasan-alasan yang dapat membuat saya jadi malas menatap laptop lama-lama. Tapi, untungnya saya mampu melewati rintangan demi rintangan itu.
4. Do'a adalah senjata orang mukmin. Sebagai seorang muslim, kita tidak pernah luput dari yang namanya berdo'a. Ada yang bilang "kalau usaha tanpa do'a itu namanya sombong, tapi kalau berdo'a tanpa usaha itu namanya malas". Selama berjuang dalam penyelesaian skripsi, selain usaha, saya tidak henti-hentinya berdo'a agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Dan hasilnya Alhamdulillah...saat ujian saya mendapat penguji yang baik-baik. bahkan dari krtiga penguji, dua diantaranya adalah pembimbing 1 dan pembimbing 2 saya. bayangkan, saya adalah satu-satunya peserta yang mendapat pembimbing sebagai penguji. hasilnya saya tidak pernah merasa kesulitan di dalam ruangan pas ujian berlangsung. Suatu kesyukuran yang sangat luar biasa. saya sangat yakin, bahwa semua itu atas kehendak Allah, yang memberikan kemudahan untuk saya.
setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang berbeda, tapi semoga apa yang kita jalani hingga saat ini dapat memberikan hikmah dikemudian hari. Tidak ada yang sia-sia selama kita berusaha......
Beribu ucapan terima kasih tidak akan bisa membalas semua anugerah yang telah Allah berikan kepada saya. Ibu, terima kasih untuk segala perhatian dan do'a indah yang dilantunkan untuk saya. Kedua kakak tercinta, Abang iyar dan Mbak Lisha terima kasih untuk semua kasih sayangnya dan semangat yang terus diberikan hingga detik ini.
Tunggu hari dimana saya tampil dengan mengenakan kostum kebanggan para sarjana :')
*SalamSemangat*
Nurul_Khu
Kamis, 12 Juni 2014
Finally I Get it (S.E)
Diposting oleh Unknown di 21.19
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar