AssaLamu’aLaikum.....apa kabar kawan-kawan pengunjung blok
???
Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.
Wah....senang sekali,malam ini kembali berbagi J
Nah,kali ini saya mau berbagi cerita tentang pengalaman pesulap
terkenal DEDDY CORBUZIER. Kemarin
sewaktu nonton tv, saya secara tidak sengaja stag pada salah satu chanel.
Disana kebetulan acaranya DEDDY CORBUZIER semacam talk show gitu. Saya nonton
tuh dan nyimak dengan seksama acaranya. Dipembicaraan terakhir dengan si
bintang tamu yaitu UYA KUYA sekeluarga, dedi menceritakan pengalamannya bersama
sang anak.
Suatu hari dedi dan anaknya jalan-jalan ke salah satu pusat
perbelanjaan. Anaknya yang bernama Azka main ice skating. Setelah puas
bermain,si Aska ini berdiri dengan ayahnya (entah dimana posisi mereka saat
itu) sambil melihat-lihat orang yang lagi asyik bermain ice skating. Sementara
asyik melihat-lihat, disamping Aska ada anak kecil yang sedang menangis sambil
memohon-mohon pada ibunya.
“ma,,,sekali aja..” kata anak itu sambil menangis
“nggak,habisin uang ajah” jawab si ibu
Karena penasaran Aska bertanya pada ayahnya
“yah, anak itu kenapa ?” tanya aska
Ayahnya hanya bisa menggeleng tanda tidak tahu.Setelah
mendengar percakapan anak tadi,Aska yang polos memberikan uang pada anak yang
menangis itu.
“tante, ini uang untuk pake bayarin masuk” kata aska
“oh..oh..tidak usah” sanggah ibu anak itu
Seketika ibu itu mengeluarkan dompetnya yang berisi lembaran
uang ratusan ribu.
Rupanya ibu itu orang kaya. Kata deddy saat menceritakan
pengalamannya.ibu itu memang seperti orang kaya,dia menggunakan tas dan barang
bermerek lainnya. Tapi herannya dia tidak dapat memberikan sedikit saja
kebahagiaan pada si anak. Padahal biaya untuk masuk ke tempat ice skating itu
hanya berkisar Rp.35.000 saja.bayangkan Cuma 35.000 dia tidak mau memberikan
kepada si anak dan dengan santainya mengatakan “nggak usah, habisin uang ajah”.
Ibu tersebut tidak dapat mendidik anaknya menjadi sosok yang
dermawan. Jadi apabila suatu ketika sang ibu ini sudah tua renta dan sakit-sakitan
dan butuh perawatan dirumah sakit, dia akan terheran-heran setelah mendengar
kata si anak.
“nggak usah ke dokter,ma..habisin uang ajah”
“bibit yang kita taman sekarang akan kita tuai suatu hari
nanti” itu pesan deddy diakhir acaranya.
Dalam cerita tersebut saya dapat mengambil kesimpulan. Bahwa
anak kecil itu sangat polos, saya salut pada aska yang dengan dermawannya dan
tanpa meminta izin pada sang ayah memberikan uang pada si anak yang menangis
tadi karena rasa iba nya yang tumbuh dalam dirinya.
Untuk sosok ibu dan anaknya, saya mendapat kesimpulan dari
cerita itu bahwa, Jika kita ingin bahagia di hari tua,maka bahagiakan dulu
anak-anakmu. Suatu hari anak-anakmu lah yang akan membalas segala kebahagiaan
yang telah kau berikan padanya.
“KITA DAPAT BELAJAR MENJADI ORANG DERMAWAN DARI ORANG YANG
KIKIR”


