Bismillahirrahmanirrahiim...
Pagi ini begitu sejuk, membuat otak semakin lancar berpikir
hehehe...
Apa kabar sahabatQ ?? semoga selalu dalam lindungan Allah
SWT, bagaimana puasanya ?? kuharap puasanya lancar dan memberi berkah pada kita
semua yah.
Oh iya, baru bisa posting-posting lagi nih, maklum
kemarin-kemarin lagi sibuk dengan kepungan tugas akhir semester, jadi baru ada
kesempatan berbagi J
Kita ucapkan syukur pada Allah dulu, “Alhamdulillahirabbil’alamiiin”
Ah..begitu syukurnya aku pada Allah atas semua berkah dan anugrah yang sempat
diberikan padaku, semoga sahabat semua tidak lupa mengucapkan syukur setiap
hari yah.
Sahabat, bulan ini aku memiliki target yang sangat berat,
yah buatku sih berat karena memerlukan waktu dan kekuatan untuk menyelesaikan,
kekuatan melawan kemalasan utamanya hehehe....sebenarnya target ini, sudah
mulai ku kerjakan beberapa bulan yang lalu, tapi karena tugas, dan banyak
halangan yang selalu membuatku tak memiliki kesempatan menlanjutkannya. Tugas,
kuliah, dan satu lagi “malas” hehehe....alasan terakhir itulah yang sangat
sulit kutakhlukkan. Beberapa kali kucoba untuk melawannya, tapi ada-ada saja
alasan yang membuatku tetap tidak melanjutkannya.
Target apa sih yang berat itu ?? hmm....aku berencana
menulis sebuah buku. Buku apa ?? kalau jawaban dari pertanyaan ini masih kurahasiakan yah, biar
surprise gitu hehehe... piss ^_^V
Awalnya aku semangat sekali merencanakan proyek menulis buku
ini, setelah merencanakan, ehh malasnya datang lagi hehehe...Lama-lama mbak
lisha datang memberi semangat dan dorongan untuk menulis katanya begini :
“kamu, dek rencana-rencana terus, kapan jadinya tuh buku
kalau hanya rencana ?? memangnya rencana tanpa usaha itu ada hasilnya ??? ayo’
coba dimulai”
Dari mbak lisha-lah awal dari semangat menulis saat itu
muncul kembali, akhirnya setelah mendapat dukungan dari mbak lisha, aku mencoba
memulainya dengan ucapan “Bismillah” kubuka laptopku, kutulis kata demi kata,
kurangkai kalimat demi kalimat hingga jadilah sekitar 25 lembar. Tulisanku itu
harus mandet lagi di lembaran ke dua puluh lima, gara-gara tugas yang selalu
datang satu per satu. Disela-sela mengerjakan tugas, aku selalu gelisah ingin
membuka lagi tulisanku yang mandet itu. Kucoba buka tulisan itu yang tersimpan
di dokumen laptop. Baru beberapa kalimat yang kutulis, kembali hati dan
fikiranku diusik dengan beban tugas yang di kejar deadline. Akhirnya kututup
lagi lembaran tulisanku itu, dan bersemangat menyelesaikan tugas agar
cepat-cepat terkumpul biar bisa melanjutkan tulisan.
Tapi, rupanya konsepku itu salah, satu tugas selesai, tugas
lainnya ternyata datang lagi.
“huwaaaah...kapan tulisanku bisa dilanjukan kalau seperti
ini ??” kataku pada diri sendiri dengan kesal.
Akhirnya ku putuskan untuk meninggalkan sejenak rencanaku
untuk melanjutkan tulisanku. Dan fokus pada tugas-tugas kuliah, kupikir bulan
depan akan ada libur ramadhan sekitar 2 bulan, aku bisa menyelesaikan tulisanku
diwaktu itu. Dengan semangat, kuselesaikan semua tugas dan akhirnya final test
tiba.
Libur pun juga tiba, malaspun juga datang menghampiri
hahahaha....
“nanti dulu lah, lagi capek pikiran gara-gara tugas kemarin,
mau refreshing dulu” alasan yang sangat klise, tidak ada penyelesaiannya.
Beberapa minggu libur, banyak teman-teman dan senior yang
mengetahui rencanaku itu bertanya.
“rul, gimana bukumu ?? kapan diterbitkan ?? sudah tidak
sabar rasanya ingin membaca tulisanmu itu”
Astaga...terbit ?? bagaimana bisa tulisanku terbit hanya
dengan modal 25 lembar ??? Rupanya teman semua sudah tidak sabar membaca
tulisanku, gairah menulispun mulai memanas dan kembali kubuka laptop dan mulai
menulis lagi.
“ayo, rul semua teman menanti karyamu, selesaikan segera
atau mereka hanya menganggapku membual saja, berkoar ingin menulis buku tapi
hasilnya NOL” kuberi semangat pada diriku sendiri.
Berawal dari semangat yang kuberikan pada diri sendiri,
seolah alam pun ikut memberi semangat. Banyak senior, teman, sahabat maupun
keluarga yang memberi dorongan dan semangat serta do’a agar tulisanku bisa selesai
dan bisa mereka nikmati secepatnya. Doa dan dukungan mereka mengalir dikala semangat menulisku mulai kendor
kembali.
Kalau modal rencana, dukungan, semangat dan do’a tapi tanpa
usaha sih sama saja tidak akan menghasilkan apa-apa. Pernah aku menulis sebuah
status di BBM
“terima kasih semangat dan dukungan kalian, itu memacu
semangat untuk menyelesaikan target” begitu isi statusku saat itu
Mbak lisha pun berkomentar “semangat-semangat terus, tapi
tidak ada hasil”
Aduuuuh *TepokJidat* kata-katanya itu ibarat tamparan buatku
yang hanya bisa berkoar tanpa ada usaha untuk melawan kemalasan. Akhirnya tanpa
memperdulikan alasan apapun aku terus melanjutkan tulisanku hingga
Alhamdulillah sekarang sudah tertulis sekitar 60 lembar lebih. Aku sangat
berterima kasih pada mbak lisha yang telah memberikan tamparan hebat itu lewat
kata-katanya, walaupun sakit tapi itu yang membakar semangatku untuk melawan
kemalasan.
Tadi pagi aku juga tidak mengerti, mungkin ini bentuk
semangat yang diberikan Allah padaku, saat membuka beranda facebook, aku
mendapat pelajaran dari seorang editor salah satu penerbit terkenal, namanya
mbak “LINDA RAZAD” beliau menulis sebuah status yang menurutku itu adalah
sebuah semangat dan pelajaran untukku yang lagi menggarap buku, isi status
beliau begini :
Saya sering nggak ngerti sama orang yang
bergerak dalam bidang tulis menulis, tapi ketika menawarkan naskah sangat
"pelit" informasi. Mungkin menganggap orang lain mengerti maksud dia.
Berikut contoh tawaran naskah ke saya lewat email, hanya ada kalimat 4 baris dengan satu attachment file.
**********
Assalamualaikum, mba linda.
Mohon maaf ada sedikit revisi di Bab 6 halaman 115 (hilite biru) mengenai Kiamat.
Terima kasih.
Salam,
**********
Informasi apa yang bisa saya dapatkan dari email seperti ini?
Agar naskah yang Anda kirimkan tidak dicuekin atau malahan langsung di delete oleh editor, ketika mengirimkan naskah tulislah pengantar yg menjelaskan secara garis besar tentang naskah Anda. Bila perlu sampaikan keunggulannya dibandingkan dengan buku2 sejenis lainnya yang pernah terbit.
Kirimkan naskah lengkap yang sudah rapi dan jangan lupa menyertakan kelengkapan naskah, seperti Kata Pengantar, Endorsment (jika dianggap ada), Daftar Isi, Daftar Pustaka, Tentang Penulis, Sinopsis.
#Begitu sedikit saran buat yang ingin mengirimkan naskah ke penerbit....
Berikut contoh tawaran naskah ke saya lewat email, hanya ada kalimat 4 baris dengan satu attachment file.
**********
Assalamualaikum, mba linda.
Mohon maaf ada sedikit revisi di Bab 6 halaman 115 (hilite biru) mengenai Kiamat.
Terima kasih.
Salam,
**********
Informasi apa yang bisa saya dapatkan dari email seperti ini?
Agar naskah yang Anda kirimkan tidak dicuekin atau malahan langsung di delete oleh editor, ketika mengirimkan naskah tulislah pengantar yg menjelaskan secara garis besar tentang naskah Anda. Bila perlu sampaikan keunggulannya dibandingkan dengan buku2 sejenis lainnya yang pernah terbit.
Kirimkan naskah lengkap yang sudah rapi dan jangan lupa menyertakan kelengkapan naskah, seperti Kata Pengantar, Endorsment (jika dianggap ada), Daftar Isi, Daftar Pustaka, Tentang Penulis, Sinopsis.
#Begitu sedikit saran buat yang ingin mengirimkan naskah ke penerbit....
Yang membuatku semakin semangat
adalah saat membaca status mbak linda, aku mencoba membuka kronologi facebook-nya,
aku melihat foto sampul kronologi yang bisa kujadikan semangat, dan akan
kujadikan wallpaper laptop biar makin bergairah menulis hehehe foto itu seolah
mengajakku untuk cepat menyelesaikan tulisan dan segera menerbitkannya di
tempat mbak linda bekerja. Berikut foto sampul kronologi mbak Linda Razad yang
menjadi sumber semangat terbesarku :
![]() |
| Foto sampul kronologi mbak Linda Razad Di facebook |
Hingga saat kutuliskan postingan blogku ini, aku masih
sedang menyelesaikan program menulisku itu, Aku mohon dukungan, semangat dan do’a
dari para sahabat agar bukuku bisa segera selesai dan bisa segera ku kirim
naskahku ke tempat mbak Linda Razad bekerja. Terima kasih atas kunjungannya
yah. Semoga bisa mendapat manfaat, Jazakillah khairan katsiran, uhibbuki fillah .

