Pages

Minggu, 22 Desember 2013

Mother's Day



Assalamu'alaikum....

Malam minggu sendirian di rumah itu waktu emasku untuk menatap laptop hingga puas haha, mumpung mama lagi keluar kota jadi nggak ada yang ngawasin :D

Tanggal 22 Desember merupakan peringatan Hari ibu
Nah, kali ini aku ingin berbagi cerita tentang caraku merayakan hari ibu bersama mamaku tercinta. oh iya, sebenarnya hari ibu itu bukan sesuatu yang wajib dirayakan, karena banyak juga yang berpendapat seperti ini "ngapain rayain Hari ibu, kalau cuma mau nunjukin rasa sayang ke mama atau ibu kita, kan nggak mesti nunggu tanggal 22 desember. sehari-hari juga bisa" iya juga sih, tapi kalau menurutku, nggak ada salahnya juga sekali-kali kita tuh meluangkan satu hari ajah untuk bersama mama. Apalagi kalau kita itu jarang ketemu mama, ada yang jauh dari orang tua, kan nggak ada salahnya di hari special itu kita membuat sesuatu yang bisa bermakna di hati untuk mama kita. Apapun itu, berbeda pendapat dalam segala hal tidak dapat dihindari. jadi lakukan saja sesuai dengan keyakinan dan yang menurut kita itu benar serta sesuai dengan hati nurani kita.okeh udah KLOP, kan :)

Nah, bagaimana caraku memberikan sesuatu yang special buat mamaku ?? ceritanya begini.

Awalnya, aku bingung mau ngasi apa ke mama, tapi pas sehari sebelum hari "H", mungkin ini juga yang dinamakan "The Power of Kepepet" hehehe...slogan yang pernah diucapkan temanku yang selalu membuatku terbahak ketika dia mengucapkannya...Akhirnya aku berniat membuat sebuah kue brownies (satu-satunya kue yang resepnya kuhapal diluar kepala). aku mau nujukin sama mama kalau aku sudah berhasil mengaplikasikan resep yang diajarkannya padaku dulu.

Hari "H" pun tiba. Setelah melihat mama brangkat ngantor, aku langsung menyingsingkan lengan baju sambil memasang ikat kepala, bersiap untuk bertempur dengan bahan kue (alah lebay yak hehehe).
Aku beraksi menyiapkan segala perlengkapan untuk menunjang aksiku di dapur (bergaya ala-ala chef haha)

Setelah mempersiapkan segala perlengkapan mulai dari baskom tempat adonan kuenya hungga mixer untuk mencapur adonan-adonannya, saya akhirnya bergulat dengan segala peralatan dan bahan-bahannya.Dan taraaaa..... ini hasil tampilan adonan yang sudah kucampur menurut resep.

Adonan kuenya
Agak berantakan dikit sih, tapi nggak papalah, ini untuk pemula kan hehehe.....
Okeh, setelah bahan sudah berbentuk adonan, aku menyiapkan cetakan kue yang akan aku gunakan. setelah siap, adonan kue tadi aku tuang ke dalam cetakan yang berbentuk LOVE. Kemudian cetakan yang sudah berisi adonan aku masukkan ke dalam kukusan kue yang sudah aku panaskan 25 menit sebelumnya. Adonan kue pun dimasukkan dan aku perlu waktu menunggu hingga 45 menit hingga kuenya pun jadi Horreee....

Adonan yang dimasukkan ke cetakan

Kuenya sudah matang, saatnya menghias. Hmm...nggak..nggak berhubung perlengkapan untuk menghias tidak ada, akhirnya kuenya tidak aku hias hahaha....
Mikir...mirkir..mikir..."Aha" dapat ide, aku akhirnya......

Hasil akhirnya

Akhirnya tampilannya seperti ini, hahaha....kuenya asli tanpa di dandan.... :D disamping kue ada foto aku sama mama, dan sebelahnya lagi ada sebuah kertas yang ada tulisan aku yang romantis (Alah gaya) hihihi....

Menunggu sampe sore, akhirnya mama pulang. Mama sempat terkejut dengan tampilan meja yang meriah hahaha...Mama akhirnya meluk aku, terus membaca kertas yang ada tulisanku disana isinya seperti ini :

Surat yang aku bilang agak lebay hahaha
  

Mama akhirnya terharu.... T_T
Aku bilang sama mama "Ma, apa yang aku lakuin ini belum ada apa-apanya dibandingkan semua pengorbanan mama selama ini ke aku. Aku minta maaf sama mama kalo selama ini aku selalu bikin mama kessel"
Mama hanya bisa meluk aku...

Ini bukan sinetron yang ceritanya agak lebay. Semua orang pasti punya cerita, tapi bagaimana kita memaknai cerita itu dan menjadikan cerita itu bermakna dalam hidup kita. ini ceritaku mana ceritamu..

Mungkin sekian dulu cerita aku kali ini...
sekian dan terima kasih :)

Rabu, 04 Desember 2013

Disangka Penulis



Assalamu’alaikum... ^_^

Uyeah,,pagi ini begitu semangat.
Hmm...Saya mau bagi pengalaman lagi,yak ;)

Cerita kali ini Sesuai dengan judul postingan ini, “Disangka Penulis”. Ini pengalaman saya, beberapa hari yang lalu. Pagi itu saya membuka akun facebook, niatnya memang satu Cuma nge-cek pemberitahuan. Ternyata ada permintaan pertemanan disana, aku buka akunnya. Memang saya suka kepo-in akun orang dulu kalau ada yang add  hehehe ^_^ (apalagi kalau yang add itu cowok, kalau ada aneh2 di dindingnya langsung permintaannya saya tolak hehehe). Pas sudah cek, ternyata yang punya akun alhamdulillah cewek ;) otak dan tangan pun kompak untuk menggeser kursor ke arah tulisan “konfirmasi pertemanan”. Biar nampah relasi (ca’ilah macam orang penting saja :P)

Beberapa menit kemudian, ada pesan dari pemilik akun yang baru saja saya konfirmasi. Kurang lebih seperti ini isi pesannya.

“Assalamu’alaikum...terima kasih banyak yah, dek. Salam kenal”

Hmm,,,,rupanya dia tau kalau saya ini lebih muda darinya, sudah kupastikan dia juga sudah kepo-in dinding Facebookku hehehe (dugaan sementara) karena, kalau tidak, bagaimana dia bisa tau kalau dia itu lebih tua dari saya ?? Wallahu’alam lah

Okeh, selanjutnya saya membalas pesan beliau

“wa’alaikumsalam, sama-sama,kak. Oh iya, salam kenal juga

Selang sehari beliau membalas lagi pesan yang saya kirim

“dek nurul ini penulis yah, sudah punya buku yah. Senang deh bisa kenal dengan penulis. Saya juga senang nulis.semoga bisa menjadi teman sharing yah”

Gubrak!!!  Nah,kan berarti kakak itu sudah nge-kepoin dinding saya pastinya. Saya balas lagi tuh
“waaah...bukan,kak buku itu milik bersama, kebetulan ceritaku Cuma nebeng di sana hehehe. Yah, saya senang karena punya teman yang satu cita-cita”

Beliau balas lagi

“ah, Nurul itu sudah jadi penulis karena sudah punya buku, kan di sana sudah tertulis namanya dek Nurul”
Ulalah....ngotot amat kakak ini, tapi bagus juga, kan bisa jadi do’a tuh, smga Allah dengar dan langsung di ijabah. Saya balas lagi pesannya

“hehehe...Aamiin, smga bisa menjadi penulis yang bisa memberikan banyak manfaat yah,kak. Ilmuku masih cetek loh,kak masih belum pantas dikatakan penulis”

Beliau balas lagi 

“pengen deh rasanya beli bukunya Nurul. Bukunya bisa di dapat dimana yah??”

Kebetulan buku yang memuat ceritaku itu, belum ada di sulawesi, tapi masih daerah Jawa, akhirnya saya bilang begini ke kakak itu

“waah, senang rasanya ada peminatnya hehehe...maaf,kak kebetulan bukunya itu belum ada di gramedia sulawesi, cetakannya masih tersebar di daerah jawa”

Sampai saat ini, si kakak itu belum juga balas pesanku hehehe...mungkin lagi sibuk.
Aduh jadi nggak enak hati saya di katain “Penulis” padahal ilmu saya itu tidak seluas penulis hebat seperti Bunda Asma Nadia, Bunda Pipit Senja, Kang Furqon, kak Ahmad Rifa’i, Pak Salim A fillah dan penulis lain. Wuuuuuw ilmu saya itu sangat jauh ceteknya di bandingkan ilmu mereka yang sudah dikenal dengan buku-bukunya yang luar biasa.

Yah, menurut saya buku yang di maksud kakak di atas tadi, hanya setitik ilmu yang bisa saya bagi. Itupun hanya karena menang lomba jadi cerita saya itu bisa nebeng di buku itu yang kebetulan milik kak Ahmad Rifa’i Rifan hehehe.

Buku kak Ahmad Rifa'i Rifan
 
Pernah juga sewaktu pertama kali saya posting status di Media Facebook tentang buku itu, teman mbak Lisha (kakak saya) antusias sekali mau membeli dan membaca bukunya. Senang sih, tapi ada rasa malu di dalam hati. Malu karena saya merasa kata-kata dan kalimat yang saya utarakan di dalam buku itu tersesan sangat biasa dan jauh dari kata “catar membahana ala syahrini”. Tapi, rasa syukur itu tak pernah hilang, karena saya tahu ini semua sudah direncanakan Allah dan bukan kebetulan.

Beberapa bulan kemudian, mbak Lisha pulang ke rumah dengan membawa bingkisan untuk saya. Pas saya buka ternayat itu buku yang memuat cerita saya, katanya temannya mau minta tanda tangan saya, supaya kalau sudah terkenal nanti katanya sudah tidak sussah lagi dapat tanda tangan saya hehehehe ada-ada saja kan ulahnya teman mbakku itu. Baiklah akhirnya sayapun membubuhkan tanda tangan saya di dalam buku itu. Malu sekali saya, karena belum apa-apa sudah heboh kayak penulis terkenal saja pake tanda tangan segala, kan bukunya bukan milik saya, disana banyak sekali nama penulis yang ceritanya juga dimuat di buku Antologi itu. Tapi, mbak Lisha bilang ke saya “semoga itu bisa menjadi do’a dan semangat untuk terus mencoba menjadi penulis beneran, yang ada bukunya, dan di sana hanya ada namamu saja”. Saya hanya tersenyum dan dengan sungguh-sungguh meng-Aamiin-kan ucapan mbak Lisha.

Tampilan buku yang ada tanda tangan saya hehe ;)


Memang itu cita-cita saya. Pengen jadi penulis, yang bisa memberikan manfaat dan memotivasi banyak orang, seperti prinsipnya kak ahmad Rifa’i “semoga tulisanku bisa menjadi ladang amal jika kelak di alam barzah, karena amal jariyah itu tidak pernah putus” Aamiin....walaupun Allah tidak meberikan nasib menjadi penulis, tapi semoga saya bisa terus menjadi manusia yang bermanfaat, intinya begitu hehehe.... ^_^

Tapi, semoga sangkaan mereka, yang menganggap saya penulis bisa benar-benar memacu semangat saya untuk menjadi penulsi yang bermanfaat ;) Aamiin Ya Rabbal'Alamin...

Wassalamu’alaikum.....

 
template by suckmylolly.com