Pages

Sabtu, 13 Oktober 2012

Atas Nama Cinta



Aku memulai tulisan ini, atas nama cinta. Cinta kepadamu, yang membuatku ingin menuliskannya, menjelaskannya, mudah-mudahan kau mengerti.

Seiring berlalunya waktu, dalam lingkup pergaulan keluarga, kerabat, sahabat, perbedaan pendapat dan sudut pandang sering kali berbenturan yang terkadang melahirkan konflik. Konflik yang tidak semestinya ada, jika kita selalu mengembalikan setiap perselisihan kepada pedoman kita, Al-Qur’an, dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat, generasi awal yang mendapat pengajaran langsung dari manusia yang mulia, suri tauladan terbaik, Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Pada saat-saat seperti itu, aku terkadang mengatakan sesuatu yang tidak kau sukai. Mungkin karena kau tidak memahami, atau caraku yang keliru dan tidak memahami kondisimu. Dan mungkin terkesan memaksakan kehendak. Tetapi ketahuilah itu karena aku mencintaimu, karenanya aku berusaha menarik tanganmu, manahanmu, agar tidak terlena pada sesuatu yang dapat menjerumuskanmu dan mungkin akan kau sesali nanti.

Setelah mengalami begitu banyak pengalaman hidup, aku memahami satu hal. Persabahatan yang sangat berarti, bukan pada saat berbagi sedih dan bahagia, bukan hanya saling mendukung di saat susah dan senang. Akan tetapi seberapa perduli engkau, ketika sahabatmu melakukan kesalahan, dan dengan tegas mengatakan kepadanya, “berhentilah, karena kau telah keliru melangkah,” dan bukannya membelanya dan membiarkannya berlarut-larut dalam kesalahan sedangkan engkau mengetahuinya.

Cinta yang sebenarnya bukanlah kasih sayang menggebu, bunga dan puisi-puisi manis seperti yang dikisahkan pada roman-roman picisan. Cinta, menggerakkan seseorang untuk mencegah orang yang dicintainya untuk jatuh pada kesalahan yang dapat membinasakan dirinya. Cinta menggerakkan seseorang untuk terus mengarahkan orang yang dicintai, agar senantiasa berada dalam kebaikan – seperti seorang ibu yang terpaksa harus menghukum anaknya agar jera - meski untuk itu dia harus menerima kepahitan, karena kebenaran tidak selamanya dipahami sebagai sebuah kebaikan, ketika seseorang sedang terlena.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Seorang mukmin itu cermin bagi saudaranya, dan seorang mukmin adalah saudara bagi seorang mukmin lainnya, Membantu memperbaikinya dari kesalahannya dan memperhatikannya dari belakang." (HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Ash-Shahihah [6/923])

Terkadang aku harus menaris nafas dalam-dalam, agar sesak tidak lagi terlalu menghimpit, karena ada saat-saat di mana niat baik itu, usaha untuk menunjukkan kebaikan dan menjelaskan kesalahan, diartikan sebagai wujud kebencian, cemburu, hasad, dikomentari dengan sinis, seolah aku tidak suka melihatmu bersenang-senang dengan caramu meski sesaat. Sesuatu yang membuatku harus menghembuskan lagi nafas itu sekuat-kuatnya, agar tidak tertinggal perih yang membuatku berhenti mencintaimu. Aku ingin aku tak berhenti, karena aku berharap Allah akan ridha pada cinta karena Dia, dan merahmatiku dan dirimu dengan naungan di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, seperti yang dikatakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

“Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada mesjid (selalu melakukan shalat jamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan: Aku takut kepada Allah, seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kanannya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kirinya dan seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata.” (Mutafaq alaihi)

Adalah tabiat manusia, yang selalu berkeluh kesah. Juga adalah tabiat manusia, pada satu keadaan, tak ingin terlihat salah sepenuhnya karena itu akan membuatnya terkesan rapuh, dan karenanya selalu berusaha mencari sebuah penjelasan, alasan, alibi, agar kesalahannya dapat diabaikan, dilupakan. Dan juga menjadi tabiat manusia, terkadang tidak rela menerima sebuah peringatan... nasihat, dari orang lain, terlebih jika yang mengatakannya adalah seorang yang menurutnya mempunyai ilmu lebih rendah, lebih muda usianya, dan lebih rendah kedudukannya. Hanya saja satu hal yang tidak pernah boleh diabaikan. Kebenaran adalah kebenaran, dari manapun dan dari siapapun datangnya. Seseorang yang lebih muda, lebih rendah kedudukannya tidak membatalkan kebenaran. Sesuatu tidak menjadi benar karena dikatakan oleh seseorang atau sekelompok orang tertentu. Akan tetapi kebenaran adalah sesuatu yang didukung dengan ilmu, dengan dalil.

Jika aku menyampaikan sesuatu padamu, bukan berarti aku lebih baik darimu. Tidak! Akan tetapi aku ingin, berharap, suatu saat nanti bila aku keliru melangkah, ada seseorang yang perduli mengawasiku, memanggilku, menarik tanganku, dan mengajakku untuk kembali kepada jalan yang lurus, karena dia mencintai untukku kebaikan, sebagaimana dia mencintai kebaikan untuk dirinya. Karena aku, dan dia, sama-sama menginginkan keiman sejati, sebagaimana sabda kekasih yang mulia Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
"Tidak beriman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." (HR Bukhari dari Anas radhiallahu anhu)

Sungguh, aku ingin menjadi seseorang yang benar-benar memiliki keimanan di dalam hati. Dan aku yakin kau pun begitu. Aku mencintai kebaikan untuk diriku, dan menginginkan kebaikan yang sama pada dirimu pula. Aku menginginkan keselamatan dari murka Allah untuk diriku, dan mencintai untukmu keselamtan yang sama. Aku mencintai surga, sebagaimana aku juga menginginkan surga bagimu. Semoga dengan begitu kita bisa bersama-sama saling mengingatkan, tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, merentas jalan untuk meraihnya. Karena untuk berjalan seorang diri itu teramat sulit, bahkan bisa jadi mustahil. Sedangkan musuh kita, syaithan dari golongan jin dan manusia, bersatu padu, memanggil-manggil dengan pesona kelembutan dan daya tariknya, setiap saaat berusaha mengalihkan jalan kita pada kebinasasaan. Sungguh, kau… dan aku. membutuhkan orang lain untuk selalu saling nasihat-menasihati dalam kebaikan dan taqwa dalam meniti jalan ini.

Karenanya jika ada di antara ucapan atau cara bersikapku yang tidak berkenan bagimu, tolong maafkan, dan yakinlah, sesungguhnya aku melakukannya atas nama cinta, kecintaan kepada saudaraku seiman, dalam islam dan sunnah, agar selalu bersama-sama dalam kebaikan. Karenanya sungguh aku ingin mengatakan ini:
إنيى أحبك في الله
"Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”.
Dan membalas orang-orang yang mencitaiku karena Allah dengan doa:
أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ
“Semoga Allah mencintai kamu yang cinta kepadaku karenaNya.”
HR Abu Dawud, 4/133, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

:: Asal Usul Hello Kitty ^^



Hello Kitty (ハローキティ: Harōkiti) adalah karakter kartun anak kucing populer yang pertama kali diciptakan oleh perancang dari Sanrio yang bernama Shimizu Ikuko pada tahun 1974 yang merupakan tahun kelahiran resmi Hello Kitty.




Pada tahun 1980, Setsuko Yonekubo yang merupakan desainer generasi kedua digantikan oleh Yuko Yamaguchi yang masih memegang posisi desainer hingga sekarang. Penampilan karakter Kitty selalu diperbarui setiap tahun, bahkan penampilan Kitty berbeda-beda setiap pergantian musim. Perusahan juga mengubah target pemasaran dan melakukan berbagai macam inovasi agar angka penjualan yang tinggi dapat dipertahankan.







Karakter utama bernama Kitty White adalah personifikasi dari kucing berwarna putih dengan ciri khas pita atau hiasan lainnya di daun telinga sebelah kiri dan mulut yang tidak digambar. Kitty White merupakan karakter utama yang paling terkenal dari kelompok Hello Kitty, sehingga karakter Kitty White sering dikira bernama Hello Kitty.

Pada waktu pertama kali diperkenalkan, target utama pemasaran Hello Kitty adalah anak perempuan, tapi sekarang penggemar Hello Kitty terdiri dari pria wanita berbagai kalangan usia. Penjualan barang-barang Hello Kitty baru dimulai pada bulan Maret 1975. Barang Hello Kitty pertama dipasarkan berupa dompet kecil yang disebut Puchi Purse dengan harga 240 yen. Perusahaan Sanrio bahkan tidak lagi memiliki dompet Puchi Purse sampai mendapat sumbangan sebuah dompet Puchi Purse dari seorang kolektor yang sekarang dipamerkan di kantor perusahaan. Dompet Puchi Purse kemudian dibuat replikanya dan dijual sebagai barang dalam jumlah terbatas.
Karakter dalam barang Hello Kitty dari tahun 1974 sampai tahun 1975 belum diberi nama. Pada dompet Puchi Purse yang merupakan produk pertama hanya tertulis kata “Hello!” (tanpa tulisan “Kitty”). Pada awalnya orang Jepang mengenal karakter Kitty White sebagai “kucing putih tidak bernama,” sampai akhirnya perusahaan memberi nama “Kitty” yang diambil dari nama kucing berbulu putih yang tampil dalam cerita Alice di Negeri Kaca (Through the Looking-Glass) oleh Lewis Carroll. Pada mulanya Kitty White tidak memiliki nama keluarga atau nama keluarganya tidak diumumkan, “White” sebagai nama keluarga baru ditambahkan di kemudian hari. Pada produk-produk awalnya, Kitty selalu digambarkan sedang duduk dan baru pada tahun 1977 Kitty digambarkan berdiri.

Pada tahun 1996, Hello Kitty kembali menjadi populer secara mendadak di kalangan siswa putri sekolah menengah pertama dan sekolah menengah berkat penyanyi Jepang yang populer pada saat itu Kahara Tomomi mengaku sebagai penggemar berat Hello Kitty dalam salah satu acara televisi. Penelitian mengenai kembalinya kepopuleran Hello Kitty di Jepang pada tahun 1996 belum pernah dilakukan orang, sehingga mungkin saja Hello Kitty kembali populer berkat jasa Kahara Tomomi atau mungkin juga Hello Kitty sudah lebih dulu populer tapi beritanya tidak diangkat oleh media massa. Dalam pernyataannya di tahun 1997, direktur perusahaan Sanrio pernah mengakui bahwa Hello Kitty kembali populer di Jepang berkat Kahara Tomomi.


Pada tahun 2004, Kitty menjabat sebagai “teman khusus anak-anak” di UNICEF (hingga tanggal 1 November 2004). Mariah Carey yang menggunakan Hello Kitty sebagai gaya busananya. Hello Kitty juga pernah menjadi maskot iklan untuk pasar swalayan Target.Ricky MartinCameron DiazHeidi KlumSteven TylerCarmen ElectraMandy Moore,Raven-Symoné, hingga Paris Hilton dan Nicky Hilton semuanya pernah terlihat menggunakan barang-barang Hello Kitty. Penyanyi Lisa Loeb merupakan penggemar berat Hello Kitty hingga salah satu albumnya diberi nama Hello Lisa yang dipersembahkan kepada Hello Kitty.




NOTE: Hello Kitty tidak mempunyai mulut karena Hello Kitty berbicara dari dalam hati. Dia adalah duta Sanrio untuk seluruh dunia, jadi tidak boleh terikat pada satu bahasa saja.

Kamis, 04 Oktober 2012

From Allah to Allah

"ALHAMDULILLAH,ALHAMDULILLAH,ALHAMDULILLAH"

 Segala puji bagi Allah,tidak ada kata lain yang mampu terucap dibibir ini selain rasa syukur kepadaNYA.Ya Allah terima kasih atas segala yang kau berikan kepada hamba,keluarga hamba dan semua yang ada didalam kehidupan hamba saat ini.Segalanya datang dariMu dan kepersembahkan hidup ini untukMU..

Bergetar hati ini bila merenungkan kalimat itu.Perasaan ini ingin mnangis haru,betapa Allah sungguh menyayangiku,hingga saat ini aku masih dapat hidup menikmati kehidupan nan begitu indah yang diberikanNya untuk aku jalani dalam bentuk ibadah kepadaNYA.Tiada ungkapan lain yang dapat menggantikan rasa bahagiaku saat ini.Rasa yang begitu indah mengisi hati ini.

Allah,terima kasih untuk kesempatan yang kau berikan ini,kesempatan untuk menulis kumpulan kalimat demi kalimat,yang dapat menggambarkan suasana hatiku saat ini.Lagi-lagi tak dapat ku hitung satu per satu kenikmatan yang telah kau berikan untukku,Allah..Bermula dari nikmat kehidupan ketika diri ini pertama kali menghirup udaranya dunia setelah perjuangan panjang ibu mengeluarkanku dari rahimnya.Nikmat kehidupan yang kau titipkan itu begitu indah ya Allah,sangatlah indah.

Memiliki keluarga seperti keluargaku merupakan nikmat terbesar yang telah diberikan Allah untukku.Keluarga yang begitu setia menemani disaat sedih maupun kesusahan,mendengar segala cerita-ceritaku,mendukungku bila merasa tidak percaya diri,memberikan semangat kepadaku ketika terjatuh,dan menjagaku disaat orang-orang mencaciku.Mereka harta yang berharga yang kumiliki didunia ini,mereka tidak dapat dibandingkan sekalipun dengan emas,perak dan barang-barang berharga lainnya,mereka lebih berharga dari itu semua.

Ayahku,sosok pemimpin keluarga yang begitu hebat dimataku,lelaki yang paling gagah,paling pintar,dan paling berwibawah.Beliau paham agama,walaupun hanya 15 tahun bersamanya,tapi aku bersyukur karena masih bisa merasakan kasih sayangnya,belaian lembutnya,dan merasakan didikan yang luar biasanya untukku meski hanya 15 tahun saja dapat kurasakan itu semua.

Ibu,wanita luar biasa yang telah memberiku kesempatan untuk singgah dirahimnya,merasakan kasih sayangnya hingga kini.Aku sangat senang memiliki seorang wanita hebat ini,ibu yang senantiasa memberikan cinta kasihnya untukku,dan tak pernah sedikitpun terbersik balasan dalam hatinya.Ikhlas dengan semua kerja kerasnya membesarkanku sampai saat ini.

Kedua kakakku,abang iyart dan mbak lisha.Saudara yang telah memberikan contoh dan teladan yang baik untukku,perilaku yang mereka tunjukkan kepadaku merupakan teladan terbaik.Mereka saudara-saudaraku yang pintar,berprestasi,berakhlak mulia.Aku bangga menjadi adik kalian berdua.

Teman-temanku,yang sudah menemani hari-hariku diluar lingkungan keluargaku,.Kalian orang-orang yang hebat yang pernah ku kenal.Kalian teman terbaik yang kudapatkan hingga sekarang.Mengajarku banyak hal,yang tidak kuketahui sebelumnya,adalah pemberian kalian yang berharga untukku.

Tidak dapat kujabarkan satupersatu nikmatMu itu ya Allah,nikmat yang begitu banyak kau berikan kepadaku.Jangan kau jadikan diriku ini menjadi hambaMu yang durhaka,tapi jadikan diriku sebagai hambaMu yang selalu belajar mensyukuri segala nikmatMu.Jangan kau jadikan diriku ini hamba yang bodoh,tapi jadikan diriku ini menjadi hamba yang pintar bersyukur.

Terima kasih kuucapkan kesekian kalinya untukMu,ya Allah...Terima kasih atas segalanya,air mata haru ini,sedikit mengungkapkan betapa bahagianya diriku bisa berada diduniaMu ini,betapa bahagianya diriku menikmati kasih sayangMu yang senantiasa tercurah untukku.

Terima kasih ya Allah..terima kasih....terima kasih

Coba renungkan,berapa banyak nikmat yang kita terima dari Allah hingga saat ini ???
"MAKA,NIKMAT TUHANMU MANAKAH YANG KAU DUSTAKAN ??"

Selasa, 02 Oktober 2012

Berawal Dari Buku Catatan

Bismillahirrahmanirrahiiim.....

Berawal dari sebuah tulisan kecil dari catatan ku,seorang teman yang baru 2 bulan kukenal,secara tidak sengaja membaca tulisan sederhanaku itu hehehe....malu kan jadinya.

Sebenarnya awal mula dia membaca coretan tanganku itu adalah ketika diriku sebagai bendahara kelompok saat Kuliah kerja lapangan berlangsung.Pada saat itu catatan itu hanya kugunakan menulis beberapa ungkapan hati,boleh dibilang diary kecil,tapi dibagian belakang,dari pada kosong,mending kugunakan untuk menulis catatan keuangan untuk kelompokku.kenapa buku itu berada ditangan temanku itu ?? nah simak ceritanya berikut ini hehehe :D

Ketika itu ibu secara tiba-tiba mengajakku ke luar kota,tepatnya kota makassar,ibu menyuruhku meminta izin ke ketua kelompok KKLP.Sebagai bendahara aku sebenarnya menjalani beberapa tanggung jawab,yaitu mengumpulkan beberapa uang dari teman kelompok untuk membiayai program yang akan kami laksanakan sebelum penarikan tiba.

Nah,disinilah awal mulanya,kenapa buku catatanku itu ada ditangan temanku.Aku menitipkan buku dan beberapa lembar uang yang telah dikumpulkan teman kelompokku itu kepada temanku ini,sebagai sekertaris sepertinya beliau pantas untuk menggantikan tanggung jawabku itu walaupun hanya sementara hingga aku pulang kembali dari luar kota.

Saat itu aku lupa bahwa dibagian belakang buku itu ada beberapa lembar catatan curahan hatiku dibuku itu.Namanya manusia dasar pelupa,hehehe...Setelah beberapa hari,aku kembali dari luar kota,dia mengembalikan buku catatanku itu.Tidak ada rasa curiga sebenarnya saat buku itu berada kembali ditanganku,tapi setelah kubuka dan niat awalnya ingin melihat catatan keuangan,tanpa sengaja kubuka bagian awal bukuku,dihalaman 10 terdapat beberapa bait tulisan,aku kaget saat itu, "Nah,ini tulisan siapa yah,perasaan tulisanku tidak seperti ini ???" gumamku dalam hati.Setelah kuingat-ingat,nah jangan-jangan tulisan ini adalah tulisan temanku ??? Kubaca tulisan itu,diatas beberapa bait tulisan,ada kata yang membuatku tersenyum membacanya "NUMPANG CURHAT" hehehehe...isinya sedikit curahan hati beliau.Tertegun aku membacanya,ternyata dibalik keceriaannya selama aku mengenal beliau,tidak kusangka tersembunyi suatu kesedihan dan kegelisahan dalam dirinya.
Sedikit kuceritakan,bahwa temanku itu adalah seniorku dikampus,dia sudah kuanggap teman,walaupun saat menyapanya masih menggunakan panggilan "Kak".Beliau selalu menebar senyum,selalu bercanda,sepi rasanya kantor tempatku KKLP tanpa kehadirannya.Tak pernah sekalipun aku melihatnya sedih ataupun mengeluh.Beliau selalu melihat segala sesuatu yang beliau dapatkan itu sebagai anugrah dari Tuhan.Itulah yang ingin saya pelajari darinya,ilmu yang membuatnya selalu terlihat bahagia setiap hari.

Kita lanjut yah,Setelah membaca coretan tangannya,aku berniat untuk menanyakan hal tersebut kepadanya.Seketika kuambil handphone dan mengirimkan pesan singkat ke nomornya. "Kak,tadi buku catatan keuanganku secarat idak sengaja kubuka,dan kutemukan catatan didalamnya,apakah kakak yang menulisnya???" begitu isi pesan yang ku kirimkan kepadanya.Tidak lama kemudian handphoneku berdering,kubuka pesannya,tenyata balasan pesan dari temanku itu. "Oh,iya,rul maaf yah itu tulisanku,waktu kau memberikan buku itu kepadaku,secara tidak sengaja kulihat tulisanmu didalam buku itu,karena terharu membaca tulisanmu itu,akupun menulis beberapa curahan hatiku dibalik kertas itu,jadi malu nih aku sama kamu,rul,maaf yah"hehehehehe tertawa saya membaca pesannya,kemudian kubalas pesannya "oalah,kak kenapa mesti malu ?? tenang saja kak aku tidak akan memberitahukan kejadian ini kepada siapa-siapa,rahasia aman ditanganku,hehehe sepertinya kakak ada bakat nulis nih,sama kayak saya :) tingkatkan yah,kak ??" begitu jawabku.Dan dia membalas lagi "waah,itu cuma kebetulan,rul secara tidak sengaja,hanya karena membaca sesuatu aku baru bisa ngungkapin perasaanku lewat tulisan".

Sepertinya dia masih belum percaya diri dengan bakat tersembunyinya itu,padahal kalau dilihat-lihat tulisannya itu sudah bagus."kak,bakat itu memang harus dicari,berawal dari kegemaran,akan lahir bakat yang telah diberikan Tuhan,kenapa tidak untuk dikembangkan.Ayolah kak aku mendukungmu untuk terus nulis.Nulis itu seru loh,kak bisa meringankan sedikit beban yang sedang kita bawa.Coba dulu lah,kak sedikit demi sedikit kalau lama-lama pasti akan ketagihan.Dengan nulis kita dapat meluapkan segala kesedihan,kerisauan bahkan rasa bahagia kita,dari pada dipendam bisa nimbulin jerawat,mending kita curhatnya dibuku ajah :)" Aku mencoba untuk menumbuhkan percaya dirinya untuk terus menulis."okeh,rul terima kasih atas dukungannya,aku akan coba yah,hehehe"

Alhmdulillaaah,senangnya hati ini membaca pesannya seperti itu.Obrolan lewat pesan singkat itu berakhir dengan balasan pesanku yang berisi "siiip,kak kutunggu tulisan selanjutnya yah,jangan sungkan cerita sama aku,hehe".

Berawal dari beberapa bait tulisan didalam buku catatanku,bisa membuat seorang teman menumbuhkan niatnya untuk menulis.Betapa bahagianya,bisa membuat orang lain menemukan bakatnya,membantu orang lain menumbuhkan semangat yang positif.

Terima kasih untuk kakak seniorku itu,dengan niatnya yang begitu positif ingin terus menulis,semangatku untuk terus menulispun semakin kuat,walaupun hanya mampu menggabungkan kata-kata sehingga menjadi kalimat yang sederhana,tapi saya sangat bangga dengan diriku sendiri karena sudah menjadi contoh bagi orang lain untuk melakukan sesuatu yang baik.

Semoga dengan pengalamanku ini,bisa memberikan manfaat bagi kita semua bahwa kebahagiaan yang hakiki itu terletak pada diri kita sendiri.Bisa membawa manfaat bagi orang lain dan membantu orang lain walau hanya sedikit pengorbanan kita untuk mereka akan terbalaskan dengan rasa kebahagiaan sejati.

Teruslah mengukir kebaikan didunia yang indah ini,penuhi hidup dengan membahagiakan dan menolong sesama manusia.

Moga manfaat yah,terima kasih sudah meluangkan waktu berkunjung diblog sederhanaku ini :D

 
template by suckmylolly.com