Pages

Rabu, 20 November 2013

Wejangan Di atas Meja Makan



Assalamu'alaikum.... :)
alhamdulillah, senang rasanya masih di beri kesempatan membuka kembali tempatku menuangkan ide dan cerita di sini.
kali ini memang lagi ingin bercerita, cerita yang mungkin tidak banyak terselip manfaat, tapi kalau kupikir-pikir, sayang sekali cerita yang kurekam jelas diingatanku tidak kutuangkan di Ladang ide_Khu ini. wokeh, tidak mau membuang-buang waktu, berikut cerita sederhana yang baru sempat ku posting..

"selamat membaca"

 
3 hari setelah lebaran idul fitri, aku, ibu dan mbak lisha lagi asyik menikmati makan siang. Kami berbincang-bincang mengenai banyak hal, tapi entah kenapa pembicaraan kami langsung mengarah ke masalah jodoh. Ya’elah.....sepertinya ibu dan mbak lisha ini lupa menyuruhku menyingkir dari meja makan. Tapi, sudahlah, makanan yang ada di hadapanku sangat sayang bila kutinggalkan (padahal emang lapar).

Mbak lisha banyak diberi wejangan siang itu, hahahaha...aku hanya bisa cengengesan mendengarnya tapi dalam hati mendo’akan yang terbaik untuknya. Banyak sekali nasihat yang dilemparkan ibu untuk mbakku, aku sih hanya ikut mendengar saja, sambil menikmati makanan yang semakin masuk dimulut semakin lahap kusantap, nyam...nyam...
Lagi enak-enaknya makan, lha perbincangan perempuan-perempuan itu seolah menyerangku. Mereka sekarang menyerangku dengan jurus-jurus saktinya (alah, kok malah seperti film perang pake jurus-jurus) diganti yah, mereka menyerangku dengan kata-kata yang semakin memojokkanku. Iyah ini masih masalah jodoh. 

Kata mbak lisha itu, aku ini masih sangat polos kalau menyangkut teman laki-laki (ah, macam dia berpengalaman saja hihihi, piss mbak). Hmm...Ceritanya gini loh, kalau masalah teman laki-laki itu, kalau ada yang dekat, aku mah biasa-biasa saja katanya. (aku sering curhat pada mereka kalau ada yang mulai pedekate)
Kadang ibu mulai marah kalau ada yang mulai dekat tapi aku malah biasa saja. Lah emang harus begitu kan ?? kalau diladeni nanti makin gede kepala. Namanya juga laki-laki, dikasi hati minta jantung. Tapi, nggak semua kayak gitu juga sih..
Ibu sih nggak melarang jika ada yang dekat-dekat, tapi ada aturannya juga. Tetap pada prinsip agama. Katanya kalau mau dekat itu nggak masalah, dia itu Cuma mau tahu seluk-beluk keluarga (bibit,bebet,bobot), itu mah wajar kata ibu, tapi kita juga harus jaga diri, jangan sampai kelewatan dan masuk perangkap setan, mulai dekat alias pedekate tapi cara pedekatenya ala-ala anak jaman sekarang (baca:pacaran). Kata ibu, aku itu sudah mulai dewasa, sudah harus tahu mana yang baik dilakukan dan mana yang tidak wajar untuk dilakukan. 

Ada beberapa teman yang mulai dekat, mulai main kerumah, mulai mencoba akrab dengan ibu, kalau ngobrol lewat telepon selalu nanyanya ibu padahal aku tau tuh, itu mah basa-nasi (eh salah, basa-basi maksudnya hehehe)
Jujur, aku itu paling malas meladeni teman laki-laki yang suka basa-basi. Aku sukanya to the point. Menurutku itu tindakan yang gentle bagi laki-laki. Aku paling anti dengan perilaku laki-laki yang selalu memberi perhatian (contoh : “sudah makan belum” kayaknya itu pertanyaan yang pantas diberikan pada anak SD yang malas makan) Menurutku itu Cuma modus saja supaya terlihat lebih care pada kita. Tapi, kalau baru kenal, kayaknya aneh yah, kalau udah ngomong kayak gitu. Saya suka ilfeel sama teman laki-laki yang baru kenal tapi sok akrab kayak begitu. Ya’elaaah.....
To The point aja apa susahnya sih ??? kalau suka yah bilang, datang ke abangku. Salut dah kalau sudah ada yang kayak begitu. Tapi, kalau beraninya Cuma bisa SMS-an, Telepon-an, BBM-an, itu mah cemen namanya. Berani dikandang. Hahaha,,,

Aku Cuma bisa diam mendengar wejangan mbak dan ibu, dalam hati aku sih kessel juga digituin hehehe...tapi aku beruntung dan bersyukur karena ternyata diam-diam mereka memperhatikan segala tingkah lakuku dan memberikan pendapat, bagaimana seharusnya aku harus bersikap J
Setahuku mbak lisha waktu kuliah dulu juga kayak begitu, selalu tertutup dengan teman laki-laki, apalagi waktu SMA, kalau aku sih waktu SMA pernah dekat-dekat, tapi itu mah masa lalu, itu bisa di jadikan pelajaran, supaya jadi pribadi yang lebih baik hehehe Aamiin....kesalahan yang lalu jangan sampe terulang lagi lah, ampuun !! (Astagfirullah)

Perasaan waktu sekolah mbak lisha itu tidak pernah dekat sama teman laki-laki, tapi Alhamdulillah sekarang karena mungkin tuntutan umur, dia sudah mulai terbuka, maka dari itu ibu mewanti-wanti untuk segera menikah, karena umurnya sudah mulai matang.

Pembicaraan kami terhenti setelah pintu rumah terdengar bunyi oleh ketukan seseorang (ada tamu). Alhamdulillaaaah,.,,,,Perbincanganpun selesai hahahaha....Asyiiik, makananku pun habis, aku segera lari ke depan TV, tapi tetap mengingat-ingat ultimatum mbak dan ibu tadi hehehehe......

Segala masukan yang di berikan orang lain pada kita itu adalah bentuk kasih sayang mereka pada kita. Mereka ingin melihat kita menjadi pribadi yang baik. Alangkah senangnya memiliki saudara dan orang-orang yang tidak segan memberikan masukan, walaupun kadang masukannya membuat kita sakit hati, tapi di sisi lain itu merupakan bentuk dari perhatiannya pada kita.

Dan, akupun berdo’a, semoga mbak lisha yang menjadi topik pembicaraan di awal bisa secepatnya mendapatkan jodoh yang terbaik dari Allah...(dan semoga do’anya mantul ke aku juga hiihihihihi) Aamiin....


2 komentar:

CANVAS AWAN mengatakan...

hahaha.... pantas ajah ada yg agak gimana selepas balik dari sono. nice experiance y rul?! btw, ta' aminin segala doax dah...buat mba'x n nurul juga. Aamiin y rabbal alamin. ^_^

Unknown mengatakan...

hehehe iyya kak makasih Aamiin hihihi...

 
template by suckmylolly.com